Wings Air membuka rute penerbangan langsung Pekanbaru – Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, yang melayani Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Wings Air membuka rute ini demi memperluas akses transportasi udara sekaligus mendukung pemulihan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat setempat.
“Bagi masyarakat Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, rute ini menghadirkan kemudahan mobilitas untuk berbagai kebutuhan penting mulai dari kunjungan keluarga, layanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas usaha dan distribusi logistik. Akses udara yang lebih lancar juga berperan dalam pemulihan kehidupan sosial masyarakat, mempercepat pergerakan bantuan, aktivitas ekonomi, dan interaksi antardaerah,” ujar Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro.
Dari sisi pengembangan wilayah, rute Pekanbaru – Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing turut mempopulerkan Sibolga dan Tapanuli Tengah sebagai destinasi unggulan pesisir barat Sumatera. Keindahan alam laut, potensi wisata bahari, serta kekayaan budaya lokal kini lebih mudah dijangkau oleh wisatawan dari berbagai daerah. Dampaknya diharapkan mendorong tumbuhnya UMKM, sektor jasa, perhotelan dan ekonomi kreatif lokal.
Rute ini juga memberikan nilai tambah bagi Pekanbaru dan Provinsi Riau. Melalui Pekanbaru sebagai titik penghubung, perjalanan dari dan menuju Sibolga kini terkoneksi ke berbagai kota besar seperti Batam, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, hingga Kuala Lumpur, dengan pilihan transit yang lebih praktis.
Hal ini membuka peluang kerja sama antardaerah, perdagangan, serta pergerakan wisatawan dan pelaku usaha lintas provinsi dan negara.
Sebelumnya, Wings Air telah melayani penerbangan menuju Sibolga melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu untuk rute intra-Sumatera Utara. Kini, dengan dibukanya jalur langsung dari Pekanbaru, masyarakat memiliki opsi perjalanan baru yang lebih cepat, memperpendek jarak dan waktu tempuh
antarwilayah.
Penerbangan rute Pekanbaru – Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi. “Pesawat ini dirancang ideal untuk melayani penerbangan point to point, sangat sesuai untuk menjangkau wilayah setingkat kabupaten seperti Sibolga dan Tapanuli Tengah, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan pelanggan,” ujarnya.






