Mengunjungi Swiss tak cuma soal keindahan alamnya saja. Di sini, traveler juga bisa berwisata religi dengan mengunjungi aneka gereja ikonik yang bersejarah.
Salah satunya Geneva atau kita mengenalnya sebagai Jenewa. Kota ini merupakan pusat diplomasi dunia terdapat badan United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di jantung kotanya.
Geneva merupakan Kota Hijau yang dikelilingi oleh pegunungan Alpen, menjadikannya menawan sebagai tujuan wisata mancanegara dan memiliki spot wisata yang indah, serta gereja ikonik bersejarah.
Geneva dengan mayoritas penduduknya berbahasa Perancis terlebih letaknya yang strategis dengan berjarak tempuh 1,5 jam dengan transportasi darat dari Lyon, kota cantik Perancis sebelah timur laut.
Dapat ditempuh dengan berjalan kaki saat mengunjungi Old Town Geneva, kita dapat memasuki Saint-Pierre Cathedrale Geneve merupakan bekas katedral Katolik Roma yang kemudian sekarang diubah menjadi gereja reformasi sinode Protestan, dikarenakan pada era-nya menjadi pusat reformasi Kristen Protestan yang didirikan tahun 1535.
Arsitektur yang unik tidak merubah gaya gereja katolik Roma sangat kental dengan gambar dinding yang khas pada jendela dan langit-langit. Gereja ini mudah dikunjungi pada Old Town Geneve. Gereja dibuka untuk umum hari Senin-Jumat pukul 09.30 sampai 18.30 waktu setempat.
Gereja ini memiliki beberapa jadwal ibadah yang bisa diikuti di hari Sabtu dan Minggu. Untuk info dan kunjungan dapat mengunjungi website Saint-Pierre Cathedrale Geneve untuk informasi lebih lanjut.
Tidak jauh dari Old Town Geneve, dapat ditempuh dengan berjalan kaki dengan waktu tempuh 18 menit atau menggunakan kendaraan umum dengan waktu tempuh kurang dari 15 menit (3,3 km), umat Katolik dapat langsung menuju ke Basilica Notre Dame Geneva (Basilica of Our Lady of Geneva).
Memiliki nama Basilika minor, dikarenakan gereja tersebut memiliki nilai sejarah, spiritual dan arsitektur yang luar biasa yang diberikan sendiri oleh Paus (pimpinan tertinggi gereja Katolik Roma).
Basilica Notre Dame Geneva merupakan pusat peziarahan umat Katolik di negara sekitar saat tahun yubileum 2025 dari beberapa negara seperti Jerman, Perancis dan Italia dengan jadwal confession (pengakuan) yang terbuka dalam beberapa bahasa Deutsch, French, dan Italia.
Terdapat jadwal misa harian dan mingguan dengan Bahasa Perancis dan English pada jadwal yang ditentukan, jadwal Holy Mass tersebut dapat dillihat pada website Basilica Notre Dame Geneva. Basilica ini berfokus doa pada Santa Perawan Maria (Our Lady).
Zurich, merupakan kota terbesar di Negara Swiss yang penuh dengan tradisional budaya Eropa dan modernitas yang tinggi. Zurich memiliki destinasi wisata seperti Lake Zurich dan Sungai Limmat yang memiliki view yang indah dengan khas boat-boat kecil di sekitar danau dan sungai.
Menyusuri Sungai Limmat kita dapat mengunjungi old town Zurich, ikon Clock Tower Fraumunster Cathedral – Prostestan Church, Hans Waldmann statue. Dekat dengan Sungai Limmat yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki, bagi umat Katolik, dapat mengikuti Holy Mass di Khatolische Kirche Liebfrauen yang dibuka secara harian atau jadwal mingguan.
Begitu masuk dalam gereja ini, akan terhanyut dengan arsitetur yang mengutamakan cahaya, design lukisan jendela serta altar. Di atas dinding dan langit-langit, Khatolische Kirche Liebfrauen memiliki lukisan yang spesifik yang menggambarkan jalan salib-kisah sengsara Yesus Kristus.
Jadwal Holy Mass dapat dilihat secara langsung dan update pada website liebfrauen.ch. Holy Mass dan Adorasi diadakan mayoritas menggunakan Bahasa Jerman.
Geneva dan Zurich, merupakan dua kota negara Swiss terbesar yang patut dikunjungi dengan percampuran budaya dan modernitas yang tinggi dan merupakan kota hijau yang cantik dengan pemandangan alam yang dingin dengan udara yang segar diapit oleh pegunungan Alpen.
Dua kota ini memiliki ikon bersejarah religi seperti gereja Protestan Saint-Pierre Cathedrale Geneve dan Clock Tower Fraumunster Cathedral. Bagi umat Katolik, dapat mengunjungi Basilika Notre Dame Geneve dan Khatolische Kirche Liebfrauen-Zurich.






