Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menjadi salah satu tempat favorit mahasiswa untuk mengerjakan tugas dan skripsi dengan nyaman dan lengkap.
Dari pagi hingga malam, gedung tinggi di kawasan Medan Merdeka Selatan ini menawarkan beragam fasilitas yang menunjang kebutuhan akademik, mulai dari ruang baca, koleksi referensi, hingga area kerja yang kondusif.
Sejak memasuki lantai dasar, pengunjung sudah disambut lobby hall dan area display, loker penitipan tas, hingga kafe yang cocok untuk rehat sejenak sebelum mulai menulis. Mahasiswa juga bisa mengurus keanggotaan serta mencari informasi di lantai dua sebelum menjelajah koleksi Perpusnas lebih jauh.
Suasana paling ramai terlihat di lantai 12 dan 13. Di lantai ini, pengunjung tampak sibuk menghadap laptop masing-masing, fokus mengerjakan tugas dan skripsi. Wajah-wajah serius hingga tampak pusing menjadi pemandangan umum, menandakan intensnya aktivitas akademik di area tersebut.
Sebaliknya, suasana berbeda justru terasa di lantai 15 yang relatif sepi, cocok bagi mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas dengan lebih tenang dan menyendiri.
“Ya aku lagi nugas, nugas skripsi,” kata Shandrina, mahasiswa Universitas Gunadarma yang sedang singgah di lantai 13 Perpustakaan Nasional.
“Aku biasanya pilih lantai 12 atau 13, karena disini yang paling praktis koleksi monograf tertutup dan adem disini keknya isinya orang-orang skripsian semua deh ya,” tambah Shandrina sambil tersenyum.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Untuk kebutuhan riset skripsi, Perpusnas menyediakan berbagai layanan koleksi sesuai bidang ilmu. Lantai 15 dikhususkan untuk koleksi rujukan dan ilmu perpustakaan, sementara lantai 20 menghadirkan koleksi berkala mutakhir dan koleksi mancanegara yang kerap dibutuhkan mahasiswa tingkat akhir.
Ada pula layanan buku langka di lantai 14 serta koleksi naskah Nusantara di lantai 9 yang menjadi sumber penting penelitian sejarah dan budaya.
“Kalau di lantai 12 kita nggak perlu cari-cari buku manual tinggal pesan lewat komputer lalu ke petugas, terus datang deh bukunya lebih efisiensi waktu aja,” kata Rara, mahasiswa asal Rawamangun yang sedang berkunjung ke Perpustakaan Nasional.
Mahasiswa tak perlu khawatir pusing mencari buku satu per satu di rak. Di lantai 12 hingga 15, koleksi monograf bersifat tertutup. Buku yang dibutuhkan akan dicarikan langsung oleh petugas menggunakan keranjang dari area penyimpanan.
Pengunjung hanya perlu melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui komputer yang tersedia di tiap lantai, lalu menyerahkan kartu keanggotaan untuk proses verifikasi peminjaman.
Bagi yang ingin suasana lebih fleksibel, Perpusnas juga menyediakan layanan multimedia dan working space area di lantai 19. Area ini cocok untuk mahasiswa yang mengerjakan skripsi menggunakan laptop dalam waktu lama.
Fasilitas mushola yang tersedia di beberapa lantai juga menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang ingin beristirahat sejenak. Dengan jam operasional hingga malam hari, mahasiswa bisa mengatur ritme pengerjaan skripsi dengan lebih leluasa.
Mulai dari mencari referensi sejak pagi, menulis dan menganalisis data di siang hari, hingga menyelesaikan revisi di malam hari, semuanya bisa dilakukan dalam satu gedung.
Dengan fasilitas lengkap dari lantai 1 hingga lantai 24, Perpustakaan Nasional bukan sekadar tempat membaca, tetapi ruang produktif yang membuat proses mengerjakan skripsi terasa lebih asyik, fokus, dan efisien.
