Pilot mengungkapkan rute penerbangan paling menantang di Indonesia. Dia juga membeberkan tantangan apa saja yang dihadapi saat menerbangkan pesawat di rute tersebut.
Indonesia dikenal memiliki bentang alam yang indah sekaligus ekstrem. Dari pegunungan tinggi, hutan lebat, hingga cuaca yang cepat berubah, kondisi geografis ini membuat sejumlah rute penerbangan di Tanah Air masuk dalam kategori paling menantang.
Para pilot pun mengakui tidak semua rute bisa dilalui dengan mudah meski teknologi penerbangan semakin canggih. Kondisi itu diungkapkan oleh Nurliza, seorang pilot wanita dari salah satu maskapai besar Indonesia.
Nurzila menjelaskan bahwa setiap penerbangan telah melalui perhitungan matang, mulai dari kondisi cuaca hingga kesiapan pesawat. Para pilot sudah dilatih untuk profesional dan tidak takut menghadapi medan yang sulit.
Bagi penumpang, pengalaman terbang di rute menantang ini bukan hanya soal perjalanan, tetapi juga gambaran betapa kompleksnya dunia penerbangan di negeri kepulauan seperti Indonesia.
Mengutip arsip berita infoTravel, Nurliza mengatakan rute penerbangan tersulit di Indonesia adalah daerah Ternate dan Labuan Bajo.
Rute penerbangan menuju Bandara Sultan Babullah, Ternate, dikenal menantang karena kondisi geografisnya yang unik. Bandara ini berada di pulau kecil dengan Gunung Gamalama di satu sisi dan lautan di sisi lainnya. Saat pesawat akan mendarat, pilot harus melakukan manuver dengan ruang yang terbatas karena dikelilingi laut dan medan berbukit.
Masalah utama pada rute Ternate adalah angin silang (crosswind) yang cukup kuat dan sering berubah arah. Kondisi ini membuat pilot harus sangat memperhatikan batasan angin saat pendaratan dan lepas landas.
Jika angin melebihi limit keselamatan, pesawat berisiko harus berputar di udara atau bahkan mengalihkan pendaratan ke bandara lain.
Rute menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, juga masuk dalam daftar rute tersulit meski terkenal dengan panorama alamnya yang indah. Bandara ini dikelilingi perbukitan dan wilayah laut terbuka, sehingga pola angin di sekitar landasan pacu cukup tidak stabil.
Tantangan utama di Labuan Bajo adalah limitasi angin dan turbulensi, terutama saat musim tertentu. Angin kencang dari laut dapat mempengaruhi kestabilan pesawat ketika mendekati runway. Selain itu, kondisi cuaca yang cepat berubah menuntut pilot untuk selalu siap mengambil keputusan cepat demi keselamatan penerbangan.
Nurliza juga menjelaskan bahwa dua tantangan paling berisiko dalam penerbangan adalah limitasi angin dan turbulensi. Menurutnya, penerbangan rute Ternate dan Labuan Bajo memiliki limitasi angin yang harus diperhatikan dengan cermat.
“Untuk penumpang mungkin pemandangannya bagus. Tapi untuk kita penggunaan runway-nya ada limitasi angin yang harus diperhatikan,” kata Nurliza dalam sesi Hub Talks 2023 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), dikutip infoTravel.
Seorang pilot dituntut untuk tidak mudah panik dan profesional dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Nurliza menjelaskan para pilot sudah dilatih untuk antisipasi dalam setiap cuaca ekstrem sekali pun.
“Sudah ditraining sebisa mungkin untuk bisa meminimalisir rasa panik. Jika terjadi cuaca buruk sudah antisipasi,” ujarnya.
Selain faktor cuaca, turbulensi juga menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi para pilot saat menerbangkan pesawat.
Fenomena itu sebenarnya tergolong lazim dalam dunia penerbangan dan bisa terjadi kapan saja, terutama saat pesawat melintasi awan tebal, perubahan tekanan udara, atau wilayah dengan perbedaan suhu ekstrem.
Meski demikian, turbulensi tetap memerlukan kewaspadaan tinggi karena dapat mempengaruhi kenyamanan hingga keselamatan penerbangan.
Dalam beberapa kasus, turbulensi tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penumpang, tetapi juga berpotensi berbahaya. Tercatat sejumlah insiden turbulensi parah yang menyebabkan penumpang maupun awak kabin mengalami luka serius, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.
Salah satunya terjadi pada pesawat Boeing 777-300ER milik Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ321 dari London menuju Singapura yang mengalami turbulensi parah pada Mei 2024 dan menyebabkan satu penumpang meninggal dunia.
