Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan Surat Keputusan (SK) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kepada KGPA Tedjowulan. Bagaimana respons Tedjowulan?
SK tersebut diserahkan oleh Fadli di Sasana Handrawina, Keraton Solo, Minggu (18/1/2026). KGPA Tedjowulan menyampaikan rasa syukur dan menyatakan kesiapannya mengemban amanah dari negara.
“Keputusan ini merupakan mandat yang sangat besar dari negara untuk menyelamatkan, melestarikan, dan memajukan Keraton Surakarta. Ini bukti nyata komitmen Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga peninggalan peradaban umat manusia yang berharga ini,” kata Tedjowulan melalui keterangan tertulis yang diterima infoJateng, dikutip Senin (19/1/2026).
Menyikapi dinamika internal yang sempat mewarnai prosesi penyerahan SK tersebut, Tedjowulan mengajak seluruh keluarga besar keraton meletakkan ego masing-masing. Ia juga menekankan tugas yang diembannya tidak bisa ia laksanakan sendiri tanpa kekompakan keluarga.
“Marilah letakkan ego masing-masing dan tegakkan cita-cita luhur untuk Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sama-sama kita cintai,” kata Tedjowulan.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami memohon doa restu dan dukungan semua pihak. Khusus kepada keluarga besar Keraton, mari kita syukuri perhatian besar pemerintah ini sebagai momentum untuk kembali bersatu dan benar-benar menyatu sebagai keluarga. Kita harus kompak dan rukun,” ujarnya.
Tedjowulan juga mengajak seluruh pihak untuk meletakkan kepentingan pribadi demi cita-cita luhur menjaga masa depan keraton. Dia mengutip petuah luhur Sultan Agung sebagai pedoman dalam menjalankan tugas barunya tersebut.
“Hanya dengan niat suci, jujur, ikhlas, serta perilaku eling lan waspada, kita dapat berharap mendapatkan kasih sayang Tuhan. Sebagaimana petuah Sultan Agung: Dimentuk Sihing Hyang, suci, jujur, ikhlas ing wardaya, eling lan waspada pandoming makarti,” kata dia.
Tedjowulan juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang memiliki rasa handarbeni atau rasa ikut memiliki dan mencintai Keraton Solo. Ia pun memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam prosesi penyambutan tamu dan rangkaian acara yang berlangsung hari ini.
“Semoga Allah meridai langkah kita untuk kebaikan bersama dan masa depan keraton yang kita cintai ini,” ujar dia.
Penyerahan SK yang dijadwalkan di Sasana Parasdya itu sempat tertunda akibat aksi protes dari kubu PB XIV Purbaya, yakni GKR Panembahan Timoer Rumbay dan Permaisuri GKR Paku Buwono. Acara itu kemudian dipindah ke Sasana Handrawina.
Fadli kemudian menyerahkan SK tersebut secara langsung kepada KGPA Tedjowulan dengan disaksikan oleh Wali Kota Solo Respati Ardi, Paku Buwono XIV Mangkubumi, dan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GRay Koes Moertiyah Wandansari.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon menjelaskan bahwa penyerahan secara administratif sebenarnya sudah dilakukan di Jakarta. Acara hari ini di keraton sejatinya adalah prosesi Wilujengan dan doa bersama.
“Agar semuanya berjalan lancar, tadi kita telah laksanakan wilujengan dan doa bersama. Harapannya Keraton Kasunanan Hadiningrat ini semakin baik dan kondusif ke depan, terutama dalam rangka pemajuan, pelestarian, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, hingga pembinaan kebudayaan dari pemerintah,” kata Fadli.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
****
Selengkapnya klik infoJateng.
