Wisata Guci Buka Lagi Usai Diterjang Banjir Bandang

Posted on

Kawasan wisata alam Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tetap dibuka meski mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir bandang Sabtu (25/1/2026). Pengelola memberikan keringanan buat pengunjung dengan menggratiskan retribusi selama sepekan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Tegal, A Uwes Qoroni, mengatakan saat ini sejumlah fasilitas belum diperbaiki. Fasilitas air panas sementara belum bisa dinikmati hingga proses pemulihan dinyatakan aman.

Wisatawan masih dapat menikmati aktivitas lain, seperti menginap di hotel atau vila, mencicipi kuliner, serta berkunjung ke kafe dan area usaha pariwisata yang sudah dinyatakan aman.

“Wisata air panas ditutup tapi yang mau berkunjung tetap dibolehkan masuk. Silakan masuk menikmati keindahan alam,” kata Uwes saat dihubungi, Senin (26/1/2026).

Uwes mengatakan dengan kondisi saat ini pihaknya akan membebaskan retribusi masuk kawasan wisata. Rencananya, gratis retribusi ini akan diberlakukan selama sepekan ke depan.

“Sementara kita gratiskan sepekan, nanti kita lihat perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Langkah ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dan wisatawan.

“Dengan tetap membolehkan pengunjung, kita harapkan agar UMKM yang berada di kawasan wisata tetap hidup,” kata dia.

Uwes menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tegal terus berupaya melakukan pemulihan kawasan secara bertahap melalui koordinasi dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun kementerian terkait.

Sementara, bagi masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap waspada, memperhatikan kondisi cuaca, mengutamakan keselamatan, serta menghindari area rawan bencana dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kawasan Guci diterjang banjir bandang yang cukup dahsyat, Sabtu (24/1). Sejumlah fasilitas wisata, yakni Pancuran 13, Pancuran 5 dan Barokah hancur tidak bersisa.