Menurut data terbaru, Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali kini lebih banyak melayani penumpang internasional.
Jumlah penumpang penerbangan internasional di bandara utama pulau Dewata ini mencapai 63% dari total keseluruhan penumpang, atau lebih banyak dibandingkan dengan penumpang domestik sepanjang tahun 2025.
General Manager (GM) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati menyebut komposisi trafik penumpang tersebut bisa terjadi karena didorong oleh peningkatan konektivitas udara yang cukup tinggi.
“Tahun 2025 tercatat ada 13 aktivasi rute internasional baru, beberapa di antaranya merupakan rute perdana yang sebelumnya belum pernah ada, seperti Newcastle (Australia), Cheongju (Korea Selatan), Saigon (Vietnam), dan Sichuan (China),” kata Nugroho Jati dikutip dari Antara, Rabu (14/1/2026).
Data Bandara I Gusti Ngurah Rai menunjukkan sepanjang 2025 mereka melayani 24.125.161 penumpang, di mana penumpang internasional mendominasi dengan jumlah 15.177.283 orang atau jika dipersentase mencapai 63%.
Sedangkan, 8.947.878 penumpang berasal dari penerbangan domestik atau 37 persen dari total penumpang.
“Ini menunjukkan demand perjalanan ke Bali sangat positif. Ini juga mencerminkan kuatnya peran bandara sebagai gerbang utama pariwisata nasional sekaligus konektivitas internasional,” sambungnya.
Secara rata-rata, pergerakan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai sekitar 2 juta penumpang per bulan, atau 66.000 penumpang per hari baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.
Untuk rutenya, Cengkareng Jakarta masih mendominasi dengan total 4,23 juta penumpang, disusul rute internasional Singapura sebanyak 2,69 juta, Kuala Lumpur Malaysia 1,76 juta, Surabaya 1,31 juta, dan Melbourne Australia 1,15 juta penumpang.
Sepanjang 2025, pergerakan penumpang terpadat terjadi pada bulan Juli dimana total penumpang yang diterbangkan mencapai 2,3 juta penumpang atau rata-rata 76.005 penumpang per hari.
Tingginya trafik pada bulan Juli tersebut sejalan dengan periode musim yaitu puncak libur musim panas dan libur sekolah, yang mendorong peningkatan mobilitas wisatawan internasional dan domestik menuju Bali.
Banyaknya rute internasional yang buka di Bandara Ngurah Rai sejalan dengan banyaknya turis asing yang datang ke Bali. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada periode Januari-Desember 2025, tercatat 7,1 juta WNA datang ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Penumpang pemegang paspor Australia masih menempati urutan pertama yaitu 1,67 juta orang atau 23 persen dari total kedatangan WNA, di posisi kedua India mendekati 584 ribu orang, dan ketiga WNA asal Republik Rakyat China, sebanyak 560 ribu orang.
